BERITA GRESS
Putri bungsu ratu dangdut
Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, beserta tunangan dan kakaknya telah
mengkonsumsi sabu sejak bertahun-tahun.
"Mbak Dhawiya sudah menggunakan narkotika sejak 2010," ungkap
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polres Metro Jakarta
Selatan kepada TribunJakarta.com, Kamis (22/2/2018).
Ia memastikan tunangan beserta kakak Dhawiya sama-sana tertangkap
karena penyalahgunaan narkoba di rumah Elvy beberapa waktu lalu.
loading...
Sementara Muhammad, tunangan Dhawiya, telah menggunakan narkotika sejak tahun 2008.
Lebih tragis lagi Syehan, kakak Dhawiya, telah menggunakan narkotika lebih dari 10 tahun lamanya.
"Kakaknya yang berinisal S sudah menggunakan sejak 2005," imbuh dia.
Polisi menangkap Dhawiya, dua kakaknya, tunangan Dhawiya dan kakak iparnya di rumah Elvy.
Tak hanya Muhammad dan Syehan, Chauri Gita yang tak lain istri Syehan juga ikut menggunakan sabu meski sedang hamil enam bulan.
Dari mereka polisi menyita 0,45 gram sabu dari dalam dompet, dan
0,49 gram sabu yang sedang digunakan, alat isap, serta sembilan
cangklong kaca.
Elvy tetap sayang
Zacky Alatas, pengacara Dhawiya, mengungkapkan Elvy Sukaesih masih belum memberi tahu kapan akan menjenguk putri bungsunya itu.
Ia belum bertemu Elvy sejak Dhawiya dan dua kakaknya terjerat kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
Namun, Zacky tetap berkomunikasi dengan ratu dangdut Indonesia tersebut.
"Kabar Umi mau jemput belum tahu. Memang sampai saat ini belum
ketemu cuma by phone aja. Karena kan saya juga banyak kegiatan lain
juga," ungkap Zakcy pada Selasa (20/2/2018).
Menurut Zacky, pihak keluarga terutama Elvy sangat ingin menjenguk anaknya.
"Marah mungkin marah ya, tapi namanya orangtua tetap
menyayanginya. Entah besok atau lusa nanti kita dampingi. Kalo jenguk
atau enggak tunggu kabar dari saya," ucap dia.
Lanjut Zacky, sang anak pun menginginkan Elvy turut hadir menjenguk kondisinya saat ini.
"Kalau saya rasa seorang anak menginginkan orang tua datang tapi
kan situasinya berbeda. Pihak keluarga termasuk Dhawiya menunjuk saya
selaku penasihat hukumnya. Jadi tunggu kabar dari saya ," dia
menegaskan.
Minta rehabilitasi
Keluarga Elvy Sukaesih akan mengikuti proses hukum yang diberikan
pihak kepolisian, jika memang nantinya Dhawiya dan kakaknya, Syehan
direhabilitasi.
"Lebih baik tanyakan ke mereka, ya. Itu urusan penyidikan saya
takut salah ucap," ucap Zacky di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro
Jaya, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan pihak keluarga menginginkan Dawiyah bersama tersangka yang lain direhabilitasi.
"Artinya begini, kalau masalah rehab itu haknya korban tersebut.
Saya sebagai penasihat hukum juga ingin yang terbaik. Contohnya dengan
rehabilitasi," beber dia.
Zacky secara pribadi meminta kliennya direhabilitasi.
"Siapapun dia yang terbaik adalah mengajukan rehab. Apapun
ceritanya. Tapi lagi-lagi semua diserahkan ke penyidik. Karena saya
enggak mengerti karena penyidik punya ruang sendiri," ucap dia.
loading...
Kapok
Setelah tertangkap polisi, Dhawiya mengaku kapok menggunakan narkoba.
Ia berjanji tidak lagi menggunakan obat terlarang tersebut.
"Ia sudah kapok udah dinasihati jangan terulang lagi. Untuk yang
pertama dan terakhir. Ini juga pembelajaran untuk masyarakat," kata
Zacky.
Dhawiyah kini merasa sedih, namun kondisinya terus membaik.
"Dawiyah pasti sedih. Tapi ini yang terbaik bagi semuanya. Awalnya
Dawiyah sempet sakit karena mungkin adaptasi tempat yang berbeda. Tapi
sekarang saya lihat baik-baik saja," ia menerangkan.
Sekadar informasi, Dhawiya ditangkap bersama empat orang lainnya di rumah ibunya, Elvy Sukaesih pada Jumat (16/2/2018).
Mereka yang turut ditangkap adalah Muhammad, tunangan Dhawiya.
Kemudian kedua kakak Dhawiya, Syehan dan Ali Zaenal Abidin. Satu lagi
adalah istri Syehan yang tengah hamil 6 bulan, Chauri
Gita.(Tribunnews.com)
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: