BERITA GRESS
Kisah
pernikahan yang dituliskan akun facebook Dek Yuli S, pemilik nama
lengkap Susi Juliana Simanjuntak bikin geger dan menimbulkan kehebohan
di media sosial maupun dunia nyata.
Saat ini usia
pernikahannya baru tujuh bulan, namun ia memilih untuk meninggalkan
suaminya dengan alasan yang sangat mengejutkan.
Dalam
tuilisannya wanita yang berprofesi sebagai tenaga pengajar ini
menuangkan kisah kelam dan pengalaman pahit yang diterimanya setelah
berumah tangga.
Ternyata sebelum menikah dengannya, sang suami telah memiliki seorang anak dari wanita lain.
Sangat tidak
dapat diterima akal pikiran, wanita lain tersebut adalah adik kandung
suaminya sendiri(adik ipar), dan mereka telah memiliki seorang anak
laki-laki.
Bahkan telah
memiliki kartu keluarga dan sepengetahuan orang-orang di sekitar rumah
wanita (adik ipar) mereka sudah lama di sana dan memang suami istri. Itu
pun dibuktikan dengan adanya temuan kartu keluarga mereka.
loading...
Berikut Tulisan Lengkap yang dituangkan Dek Yuli S, di Facebooknya sekitar 15 jam yang lalu (Selasa, 13 Februari 2018).
Dek Yuli S menambahkan 23 foto baru.
14 jam ·
SEKEDAR BERBAGI
Saya baru menikah 7 bulan yg lalu di Medan dengan seorang pria bernama LUCEN RICARDO ARITONANG asal Sitompul-Tarutung.
Anak dari mertua saya L.br.sitompul (mertua laki2 saya sudah
meninggal) Suami saya ini dibesarkan oleh adik perempuan mertua saya
(tante suami saya) yg menikah dgn seorang pendeta yaitu Pdt. E. Mungkur,
S.Th sejak usia 2thn yg dipanggil oleh suami saya dgn sebutan papi dan
mami juga memberkati pernikahan kami.
Sebelumnya kami menjalani hubungan pacaran 2 thn dan long distance.
Suami saya bekerja disebuah perusahaan swasta di kecamatan Duri
Mandau-Riau.
Dia tinggal disana dengan seorang adik perempuannya kandung yg
bernama ERLINDA ARITONANG. Adik perempuannya ini mempunyai seorang anak
laki2 yg kondisi mentalnya (maaf) kurang normal.
idak ada
kejanggalan yg saya rasakan hingga hari pernikahan kami. Ketika hari
pernikahan kami tiba ada sedikit kejanggalan yg saya perhatikan, dimana
selama prosesi pernikahan berlangsung sejak pagi hingga malam (pulang
kerumah mertua dari gedung) tidak sekalipun adik perempuannya itu
(Linda) menyalam saya.
Dan ketika giliran sesi foto keluarga mereka di gereja adk perempuannya itu menghantarkan anaknya kepada suami saya.
loading...
Kemudian
setelah selesai acara selama 2 malam kami menginap dihotel krn rumah
mertua penuh. Setiap pagi selama 2 hari berturut2 adik ipar saya itu
selalu menelepon suami saya dan memintanya utk segera pulang dgn
berbagai alasan yg dibuat2 namun saya berhasil menggagalkannya.
Dan dihari 3 kami berumah tangga kami menginap di rumah mertua
(orgtua angkat suami saya yg juga tante kandungnya). Namun keganjalan
itu muncul lagi.. ketika kami masuk ke dalam kamar (di lt.2 rumah) , tdk
lama anak dari adik ipar saya itu menangis di depan kamar kami.
Dan suami saya membuka pintu kamar dan membawa anak itu masuk ke
kamar kami. Saya mulai heran kenapa anak itu bisa ada di dpn kamar kami
(krn biasanya anak itu tdk pernah dibiarkan naik sendiri ke lt. 2 rumah)
saya kemudian turun utk melihat keadaan dibawah dan saya melihat
mamanya (adik ipar saya/Linda) sedang asik main2 hp.
Setelah saya naik kembali ke kamar dan memberitahu suami saya,
ternyata suami saya marah dan menyalahkan saya dan tdk lama kemudian adk
ipar saya meng BBM suami saya utk mebuat susu anaknya dan mengganti
baju anaknya dan suami saya melakukan perintahn.
Terjadi pertangkaran antara saya n suami wkt itu namun akhirnya saya
mengalah. Banyak kejanggalan lagi hingga akhirnya kami tinggal di
Duri-Riau. Setiap waktu luang suami saya selalu dihabiskan di rumah adk
kandungnya Erlinda, sedangkan saya di rumah sendirian.
Suami saya
juga tdk jujur terhadap penghasilannya tiap bulan. Dia tetap membiayai
penuh adik perempuannya dan anaknya yg berusia 5thn yg bersekolah di
sekolah swasta khusus anak berkebutuhan khusus. Sementara kami blm punya
apa2 di rumah dan uang saya terima bahkan tdk cukup utk makan kami
sehari2.
Namun yang itu harus saya pergunakan utk semua kebutuhan kami
termasuk membayar kontrak rumah. Akhirnya 3 minggu di Duri saya
memutuskan utk pulang krn suami saya tdk mau jujur. Saya permisi pulang
dgn niat supaya kita bisa introspeksi diri masing2. 4 bln di medan saya
tdk dinafkahi sama sekali.
Dan suami saya membujuk saya pulang dgn janji akan memperlakukan saya
seperti seorang istri..awal November saya pulang ke Duri-Riau dan
ternyata suami saya tdk berubah malah makin parah..dia tetap tdk jujur
soal penghasilannya (tiap ditanya dia jawab: “bukan urusan mu” ).
Dia tetap menghabiskan waktu uangnya dgn adik perempuannya. Hingga
tanggal 17 November 2017, pagi2 buta sekitar pkl. 6 lebih.. suami saya
pergi diam2 kerumah adk perempuannya dgn cara keluar lewat jendela (saya
masih tidur) krn masih hujan.
Ketika saya terbangun saya mencari suami saya dan tengga dpn rumah
memberitau klw suami saya pergi lewat jendela. Kemudian saya mencarinya
dgn menggunakan ojek kerumah adk perempuannya. Sekitar satu jam saya
mencari akhirnya saya menemukan rmh adk ipar saya di jalan KAYANGAN
hangtuah (BELAKANG AMIK MITRAGAMA DURI-RIAU) krn melihat sepeda motor
suami saya parkir didpn rmh itu (sebelumnya saya tdk tau rmh adk ipar
saya krn saya tdk di bolehkan suami n mertua saya utk ikut kesana).
Saya melihat mereka berduaan d dlm rmh dan suami saya menemani adk
perempuannya sarapan lontong yg di belikan suami saya. Pemandangan yg
cukup romantis menurut saya. Hingga mereka sangat terkejut melihat saya
berdiri d dpn pintu. Saya meminta suami saya pulang supaya kami
bicarakan semua di rmh namun suami saya tdk mau. Adik ipar saya malah
bilang “jgn kw bikin ribut di rumah kami”.
Akhirnya saya marah dan mengatakan agar tdk lagi mengganggu rmh
tangga kami. Akhirnya terjadi adu mulut dan suami saya menyeret saya ke
dalam rmh itu kemudian memegangi saya sehingga adk kandungnya itu bebas
memukuli saya hingga memar d bagian kening.
Saya melaporkan kejadian ini ke Polsek Duri Mandau namun mereka tdk
menanggapi masalah keluarga kemudian saya melaporkan ke RT tempat
tinggal mereka atas kelakuan mereka selama ini, ternyata RT bilang
Mereka adalah Suami istri dan memberikan kartu keluarga mereka sbg bukti
keapada RT ketika baru pindah 4thn yg lalu saya pun menjelaskan bahwa
mereka abang beradik kandung dan saya istri sahnya sambil menunjukkan
akta nikah catatan sipil kami dan foto2 pernikahan kami.
Akhirnya RT pun mengusir adk ipar saya itu (Linda) krn telah menipu
dan kumpul kebo. kemudian pertengkaran dlm rmhtangga kami makin sering
terjadi hingga suami saya main tangan, hingga saya melaporkannya lagi ke
Polsek Mandau Duri-riau (8 desember 2017) .
Dan blm diproses hingga skg. Saya pernah mengadukan masalah ini
kepada ibu mertua saya via tlp namun beliau malah bilang: “sampai
kapanpun ga bisa kau pisahkan si luken dan si linda, kalau kau ga tahan
kau aja yg pergi biar mereka bisa sama2 lagi..”.
Akhirnya saya mendatangi kantornya dan melaporkan kejadian itu kepada
HRD nya, tp HRD nya malah bilang suami saya sudah lama menikah dan
menunjukkan kartu keluarga suami saya yg berstatus menikah dan istrinya
adalah ERLINDA, dan anak haram itu ternyata anak mereka.
Sambil menangis saya menunjukkan akta nikah gereja dan akta nikah
sipil kami beswrat foto2 pernikahan kami. Akhirnya HRD nya percaya pada
saya dan berjanji akan memberi sanksi pada suami saya krn juga menipu
perusahaan selama 5 thn (kartu keluarga dan KTP nya itu diberikan sejak
2012).

Saya sudah menghubungi keluarganya pihak aritonang dari silando via
tlp tp mereka lepas tangan, saya sdh menghubungi pihak tulang dari suami
saya tapi juga lepas tangan dengan alasan dilarang ikut campur oleh
mertua saya.
Bahkan saya dan orgtua saya sudah mendatangi orgtua angkatnya (yg
adalah tante suami saya) di kompleks gereja HKBP PABRIK TENUN, utk minta
jalan keluarnya tp juga menjawab: “mamaknya udh bilang sama kami kalau
kami bkn orgtuanya jd jangan ikut campur, maka kami tdk bisa berbuat
apa2. Saya, orgtua saya, dan kakak2 saya bolak balik menelepon orgtuanya
tp tdk diangkat bahkan no kami skg sudah di blokirnya.
Saya membagikan kisah ini krn saya tdk mau ada korban mereka lagi
setelah saya. Krn suami saya bilang setelah cerai dgn saya mamaknya akan
menikahkan dia lagi.
Mungkin utj menutupi aib suami saya n adk perempuannya itu. Krn saya
pun dinikahi hanya utk itu. Bagi warga net yg suku batak apa boleh
menikahi adk kandungnya sendiri??? Apa adat ditarutung menghalalkan
hubungan sedarah???? Apa kelakuan suami saya, adik ipar saya dan
keluarganya ini bisa ditolerir???
Mohon pendapatnya..saya pribadi sudah memutuskan utk tidak akan
pernah lagi melanjutkan rmh tangga ini karena saya tdk akan pernah mau
berbagi suami dgn siapapun.
(Adk ipar saya pernah bilang via tlp: “selama aq hidup tdk akan kubiarkan itoku sama kau”)”
Demikian Dek
Yuli S menuliskan kisahnya dan selanjutnya viral dan jadi pembahasan
yang hangat di sejumlah kalangan.http://newscorner.id
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: