BERITA GRESS
Tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti meninggalkan jejak. Begitu hal yang selalu diyakini kepolisian dalam mengungkap sebuah kasus.
Seperti juga halnya kasus pembunuhan di Kanada ini terungkap berkat kejelian polisi dalam mempelajari detail tentang korban.
Remaja bernama Brittney Gargol (18) dicekik oleh sahabatnya sendiri bernama Cheyenne Rose Antoine (21).
Cheyenne membunuh sahabatnya itu dengan mencekiknya, setelah itu, mayatnya dibuang di pinggir jalan di Saskatchewan, Kanada.
loading...
Awalnya kepolisian sulit mencari Brittney karena tidak adanya saksi dan petunjuk yang bisa mengarah ke pembunuh.
Nama Britteney awalnya bahkan tidak masuk dalam daftar orang yang diduga membunuh.
Namun, sebuah foto selfie Cheyenne dan Britteney di akun Facebook justru menjadi petunjuk bagi polisi.
Foto dua sahabat itu diunggah ke Facebook enam jam sebelum mayat itu ditemukan.
Foto
itu sebenarnya diunggah Chenneye ke wall sahabatnya untuk membuat
alibi, pura-pura bertanya melalui caption: "Di mana kamu? Belum pernah
mendengar kabar darimu. Semoga kamu berhasil menjaga rumah,"
Dalam selfie tersebut, Cheyenne menggunakan gesper yang digunakan untuk mencekik sahabatnya.
Uniknya, geseper atau sabuk itu hanya sedikit saja terlihat di foto itu, tetapi membuka kasus ini menjadi terang-benderang.
Gesper tersebut ditemukan tak jauh dari mayat perempuan tersebut, demikian dilaporkan media Kanada, The Star Phoenix.
Mayat remaja itu ditemukan dibuang oleh jalan selatan Saskatoon pada 25 Maret 2015 dengan sabuk yang ditemukan di dekatnya.
Kasus
yang terjadi pada Bulan Maret 2015 tersebut diungkapkan hakim saat
membacakan vonis di pengadilan setempat, Selasa (16/1/2018).
Gadis cantik itu kemudian dijatuhi 7 tahun penjara dengan tuduhan pembunuhan berencana.
loading...
Dari
pemeriksaan awal, Chenneye mengungkapkan bahwa mereka sempat keluar
minum pada malam kematian Britteney, tapi saat mereka pulang, sahabatnya
itu pulang dengan seorang pria yang tidak dikenal.
Namun setelah
bukti-bukti itu itu diungkapkan polisi, gadis ini akhirnya tidak bisa
mengrelak dan mengakui membunuh sahabatnya dalam suasana mabuk.
Antoine mengakui di pengadilan bahwa mereka bertengkar sampai akhirnya terjadilah pembunuhan tersebut..
Dalam
sebuah pernyataan yang disampaikan penasihat hukumnya, Cheneyye mengaku
sangat menyesal dan mengatakan,"Saya tidak akan pernah memaafkan diri
saya sendiri." (*)
loading...
Baca Juga Artikel keren lainnya: